Kembali adalah yang terbaik
"Pada akhirnya... Semua akan menemukan yang namanya titik Jenuh.
Dan pada saat itu, kembali adalah yang terbaik. " ( Jeffry Al- Buchori )
Iringan kalimat la ilaha illallah Terus berkumandang seiring lautan pelayat yang terus bertambah.
Jumat, 26 April 2013 menjadi hari yang paling mengejutkan.
Bukan hanya kerabat dekat, sahabat, atau keluarga, melainkan seluruh masyarakat negeri ini kaget dengan berita itu.
Ia meninggal Di usia yang ke-40. USIA dimana Manusia meraih jatah kematangan dalam hidupnya.
Suara ambulan memecahkan jantung kota metro-politan. Tepat pukul 10.45, Mobil jenazah itu sampai di masjid Istiqlal.
Di tempat ini, ribuan jamaah telah menunggu. Bersiap memberi penghormaran telakhir untuk Ustad Jeffry Al-Buchori.
Anggota kepolisian dan TNI tampak berjaga-jaga. Setiap jamaah mengangkat tangan ketika jenazah diangkat dari Mobil ambulan.
Angkat tangan ribuan jamaah, adalah uluran betapa mereka ingin menghormati sosok Nashirul Islam ITU.
Mujahid yang datang me seluruh kelompok masyarakat dengan segala keluwesannya.
Perjalanan hidupnya memang tidak sepenuhnya berada di jalur Allah SWT. Ia bahkan menghabiskan masa mudanya dengan segala bentuk kenakalan; dari mendurhakai Apih ( ayahnya), Hingga sempat tidak diakui anak oleh Umi
(ibuknya).
Namun, bukankah Allah memberi pelajaran di setiap perjalanan yang dilewati manusia?
Masa lalunya di gemerlap maksiat menjadi ibrah yang lantas menjadi bahan dakwahnya.
Ia yang telah terjerembab masa lalu yang kelam, yang mengajak masyarakat untuk tidak turun masuk di dalam dunia gelap.
Ribuan jamaah Di masjid itiqlal mantas menshalatinya.
Setelah ITU, jamaah akan berbondong-bondong menuju TPU karet BIVAK. DI sinilah persigahan terakhirw Uje sapaan akrab Ustad Jeffry Al-Buchori.
LAUTAN jamaah itu, pertandan ia bukan uje yang hanya milik Apih-Umi saja. Namun adalah uje yang dibutuhkan oleh masyarakat, iaq penggerak islam yang diterima kalangan umum.
Sebenarya sedari dulu, ia memang mudah diterima di tengah lingkungannya. Jika dulu ia begitu dekat degan sahabat-sahabatnya di 'dunia gemerlap', ketika masa itu telah berlalu ia diterima begitu hangat oleh muslimin di seluruh tanah air.
Kisah perjalan, ustad uje ini menajadi patokan saya, motivasi bagi saya sendiri terutama bahwa, orang yang dulunya pendosa siapa yang tahu bahwa pada akhirnya.. Dia mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
JADI, setiap orang berubah. Dan pilihan berubah menjadi baik atau buruk.
Menjadi pecundang atau pemenang.
Saudaraku seiman, seperjuangan.. Jika saat ini Kita belom merasa baik, maka teruslah menjadi lebih baik. Begitupun diriku INI, begitu banyak dosa. Liatlah alm. Ustad uje.. Dia yang dulunya adalah seorang pencandu narkoba tapi siapa yang tahu akhirnya kehidupannya.
Satu pesanku temen-temen seimanku.
Jangan pernah kita memfonis orang bahwa orang yang jahat akan terus jahat. Karena kita tidak pernah tahu akhirnya, dan Allah SWT adalah zat membolak-balikan hati setiap hambanya.
Dan sekarang, ayo teman-teman semua berpikir bahwa jangan pernah melihat seseorang dari masa lalunya, tapi lihatlah seseorang dari masa kininya, betapa dia telah berjuang untuk menjadi lebih baik lagi.
Semoga bermanfaat๐๐๐๐๐.
Dan pada saat itu, kembali adalah yang terbaik. " ( Jeffry Al- Buchori )
Iringan kalimat la ilaha illallah Terus berkumandang seiring lautan pelayat yang terus bertambah.
Jumat, 26 April 2013 menjadi hari yang paling mengejutkan.
Bukan hanya kerabat dekat, sahabat, atau keluarga, melainkan seluruh masyarakat negeri ini kaget dengan berita itu.
Ia meninggal Di usia yang ke-40. USIA dimana Manusia meraih jatah kematangan dalam hidupnya.
Suara ambulan memecahkan jantung kota metro-politan. Tepat pukul 10.45, Mobil jenazah itu sampai di masjid Istiqlal.
Di tempat ini, ribuan jamaah telah menunggu. Bersiap memberi penghormaran telakhir untuk Ustad Jeffry Al-Buchori.
Anggota kepolisian dan TNI tampak berjaga-jaga. Setiap jamaah mengangkat tangan ketika jenazah diangkat dari Mobil ambulan.
Angkat tangan ribuan jamaah, adalah uluran betapa mereka ingin menghormati sosok Nashirul Islam ITU.
Mujahid yang datang me seluruh kelompok masyarakat dengan segala keluwesannya.
Perjalanan hidupnya memang tidak sepenuhnya berada di jalur Allah SWT. Ia bahkan menghabiskan masa mudanya dengan segala bentuk kenakalan; dari mendurhakai Apih ( ayahnya), Hingga sempat tidak diakui anak oleh Umi
(ibuknya).
Namun, bukankah Allah memberi pelajaran di setiap perjalanan yang dilewati manusia?
Masa lalunya di gemerlap maksiat menjadi ibrah yang lantas menjadi bahan dakwahnya.
Ia yang telah terjerembab masa lalu yang kelam, yang mengajak masyarakat untuk tidak turun masuk di dalam dunia gelap.
Ribuan jamaah Di masjid itiqlal mantas menshalatinya.
Setelah ITU, jamaah akan berbondong-bondong menuju TPU karet BIVAK. DI sinilah persigahan terakhirw Uje sapaan akrab Ustad Jeffry Al-Buchori.
LAUTAN jamaah itu, pertandan ia bukan uje yang hanya milik Apih-Umi saja. Namun adalah uje yang dibutuhkan oleh masyarakat, iaq penggerak islam yang diterima kalangan umum.
Sebenarya sedari dulu, ia memang mudah diterima di tengah lingkungannya. Jika dulu ia begitu dekat degan sahabat-sahabatnya di 'dunia gemerlap', ketika masa itu telah berlalu ia diterima begitu hangat oleh muslimin di seluruh tanah air.
Kisah perjalan, ustad uje ini menajadi patokan saya, motivasi bagi saya sendiri terutama bahwa, orang yang dulunya pendosa siapa yang tahu bahwa pada akhirnya.. Dia mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
JADI, setiap orang berubah. Dan pilihan berubah menjadi baik atau buruk.
Menjadi pecundang atau pemenang.
Saudaraku seiman, seperjuangan.. Jika saat ini Kita belom merasa baik, maka teruslah menjadi lebih baik. Begitupun diriku INI, begitu banyak dosa. Liatlah alm. Ustad uje.. Dia yang dulunya adalah seorang pencandu narkoba tapi siapa yang tahu akhirnya kehidupannya.
Satu pesanku temen-temen seimanku.
Jangan pernah kita memfonis orang bahwa orang yang jahat akan terus jahat. Karena kita tidak pernah tahu akhirnya, dan Allah SWT adalah zat membolak-balikan hati setiap hambanya.
Dan sekarang, ayo teman-teman semua berpikir bahwa jangan pernah melihat seseorang dari masa lalunya, tapi lihatlah seseorang dari masa kininya, betapa dia telah berjuang untuk menjadi lebih baik lagi.
Semoga bermanfaat๐๐๐๐๐.
betul sekali, semoga kita selalu jd lebih baik dari hari kehari, amin
BalasHapusbagus kak tulisannya :)