" APAPUN YANG MEREKA KATAKAN KU HANYA DIAM"

      Pernah enggak sih.. Kalian di tentang sama keluarga, karena masalah cita-cita kalian?? Pernah enggak ngerasa di remehin.. Sama keluarga, karena cita-cita kalian dianggap remeh?? Atau apapun hal yang lainnya. Yang membuat kita rasa tak berdaya, melawan karena itu orang tua, dan karena itu keluarga kita.

Ya rasa tak berdaya, karena tak ada hal yang patut untuk di perdebatkan, selain menunjukkan bahwa " LIAT APA YANG SELAMA INI MEREKA ANGGAP REMEH, TERNYATA ENGGAK SEBURUK YANG TERLIHAT".

Setiap orang pasti pernah bukan?? Cita-cita nya diremehin, atau dianggap remeh dan di pandang sebelah mata?

Saya pun pernah, bahkan sampai sekarang pun masih. Saya pernah bilang pada ortu saya "bahwa saya ingin menjadi penulis" bukan karena saya ahli dalam menulis, bukan karena saya pintar dan pandai dalam merangkai kata, bukan dan bukan semua itu. Saya ingin menjadi penulis karena saya ingin, suatu saat jika saya telah tiada maka tulisan inilah yang akan menjadi kenangan, dan agar semua orang yang membaca, tulisan saya dapat mengenang tulisan saya ini.

Ortu bilang "menjadi penulis gajinya enggak menentu, seharusnya kamu memilih cita-cita menjadi, pengusaha saja atau enggak jadi guru, menjadi pns ataupun yang lain, yang hidupnya bakal terjamin.

Ya saya tahu, mengerti dan paham. Orang tua saya hanya tidak ingin saya mengalami kesusahan dimasa depan, orang tua hanya ingin yang terbaik untuk masa depan saya. Lagian orang tua mana sih, yang rela liat anaknya hidup susah??
Enggak ada kan?? Orang tua pasti ingin anaknya, dimasa depan punya kehidupan yang layak, melebihi dirinya.

Pernah saya bilang baik-baik pada orang tua saya, bahwa apapun yang terjadi, sebodoh apapun kalian menganggapku tak pantas menjadi penulis, atau apapun hal-hal yang menyakitkan, apapun yang terjadi aku ingin menjadi penulis.

Walaupun kata ortu saya, kamu enggak pinter bikin kata-kata, ceritamu enggak menarik sama sekali, kamu jadi penulis nanti bakal duduk aja di kursi enggak pernah gerak, nambah bongsor tuh badan.. Kalau duduk aja.

Namun sekali lagi, lagi .. Lagi dan lagi "apapun yang mereka bilang, tekadku tak kan hilang".!!. Meskipun saya di katain begitu, saya enggak ingin menyerah, walaupun sebenarnya dalam hati bilang "ORANG TUA BENAR SAYA EMANG ENGGAK PINTER DALAM MERANGKAI KATA, TAPI APA YANG BISA SAYA LAKUKAN, SAYA HANYA INGIN, MENULIS, MENULIS, MENULIS HANYA IU! MESKIPUN ITU ENGGAK BERBOBOT SAMA SEKALI UNTUK DI BACA!!

Ayah ibu, tentu saya ingin membalas jasa kalian. Tetapi bisakah kita sama-sama mendukung, tanpa harus menuntut
Saya sedemikian keras supaya bisa segera sukses??

Mungkin itu saja ceritaku
.
.
. cukup sekian and ty😉😊


Komentar

  1. jangan patah semangat kak, terus berusaha... dan jangan andalkan kemampuuan sendiri, ada Allag yang selalu membersamai dan memberi taufikNya. salam odop

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi

Kembali adalah yang terbaik