" UNTUKMU SEBUAH NAMA YANG MEMILIH DIAM TANPA KATA"

Namun sebelumnya, entah bagaimana rencana dan rancangan Allah swt ketika mempertemukan kita. Yang ku ingat saat itu, ku tak ingin memiliki rasa pada seseorang, tapi entahlah apa yang dikehendaki Allah atas ku. Allah mempertemukanmu padaku disaatku tak ingin mengenal cinta, selain cintaku padanya sang pemilik segalanya.

Dengan tanpa sengaja yang mungkin sementara kurtikan, ini hanyalah sebuah perasaan yang mengagumimu semata-mata, yang kumiliki dikala itu.
Hingga pada saat kemudian sampai suatu ketika kau memilih pergi dan membenciku.

Hai kamu apakah kamu baik-baik saja disana?? Ingatlah kamu dengan kejadian yang lalu, kejadian yang begitu sederhana namun sangat indah ketika kita masih bersama, namun saat ini, semua itu telah menjadi nostalgia tersendiri bagiku.

Mungkin hanya aku yang mengigatnya.. Ya hanya aku!.. Mana mungkin sosok sepertimu mengingat orang sepertiku. Kau tahu, sekarang semua itu terasa sangat menyakitkan sampai detik ini. Semuanya tak mudahku hapus begitu saja dalam benakku, berkali-kali membencimu. Namun semua itu kalah karena perasaanku yang sangat dalam ini.

Kau tahu sudah lama aku ingin meminta penjelasan padamu. Penjelasan tentang menjauhnya dirimu dariku. Apakah begitu bencinya dirimu, sampai hilang tanpa kabar. Jelaskanlah kepadaku, apakah sebenarnya yang terjadi?? Tanpa penjelasan darimu yang membuatku bingung dan terdiam. Ya, diam tanpa kata itulah yang telah menjadi kebiasaanku.

 pada saat itu, dengan segala pertimbangan yang ada aku sudah pergumulkan semuanya pada Allah swt. Hingga saat itu, aku harus membawa namamu, dalam setiap percakapanku dengannya. Dan bahkan segala cerita tentang aku, aku tidak memilih untuk terbuka dengan sembarang orang. Aku hanya terbuka pada orang-orang yang ku percaya dan yakini๐Ÿ˜Š.

Cukup sekian ceritaku..
Salam hangat dariku bagi kamu yang membaca ceritaku๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi

Kembali adalah yang terbaik