Hem...
Bismillah...
Assalamualaikum wr wb.
Hai, apa kabar semua?
Bingung nih, mau nulis apa🤔.
Jujur, rasanya mulai bosen.
Tapi, hati berkata "masak cuman segini keinginanmu, untuk menjadi penulis"🤓.
Akhirnya, aku kembali menulis, menulis ya walaupun enggak tahu, mau nulis apa.
Oke, apa ya😐.
Aku bingung🤥
Hem, aku tahu🤡.
Aku mau nulis😏
Ah, aku enggak tahu, enggak tahu dan benar-benar enggak tahu harus nulis apa😏😣😣😣😣😣.
Ah, aku tahu mau nulis apa☺.
Mau nulis kata-kata bijak aja lah
Cinta..
Kutemui tak biasa.
Layaknya, api kepada kayu.
Yang akan menyisakan abu.
Hei hati,
Aku lelah, lelah dengan semua ini.
Lelah dengan hidup ini.
Lelah, dengan semua.
Hati, aku tak tahu.
Apakah, jalan yang aku pilih telah benar?
Apakah jalan, yang aku tempuh ini salah?
Sejujurnya, aku tak ingin dengan semua ini.
Tak yakin, apakah benar disinilah aku menetap.
Ha.ha, sebenarnya bukan tak ingin, hanya saja diri ini tak ingin menerima kenyataan.
Kenyataan, yang harus aku terima bahwa, disinilah aku menetap.
Bahwa diisnilah aku tinggal.
Disini.. Disini dan disini!!!
Wahai hati, mengapa kau tak pernah pasrah dengan takdir?
Mengapa, kau masih saja berharap hal lain
Hal lain yang begitu indah?
Mengapa hati,😧.
Hati, aku hanya ingin sekali ini, ya sekali ini saja yakin bahwa apa yang telah ditetapkan untukku. Adalah yang terbaik😇🤗🤗🤗☺.
Oke, itu saja yang dapat saya tulis
Cukup sekian Terimakasih.
Saya akhiri, wasalamualaikum wr.wb
Assalamualaikum wr wb.
Hai, apa kabar semua?
Bingung nih, mau nulis apa🤔.
Jujur, rasanya mulai bosen.
Tapi, hati berkata "masak cuman segini keinginanmu, untuk menjadi penulis"🤓.
Akhirnya, aku kembali menulis, menulis ya walaupun enggak tahu, mau nulis apa.
Oke, apa ya😐.
Aku bingung🤥
Hem, aku tahu🤡.
Aku mau nulis😏
Ah, aku enggak tahu, enggak tahu dan benar-benar enggak tahu harus nulis apa😏😣😣😣😣😣.
Ah, aku tahu mau nulis apa☺.
Mau nulis kata-kata bijak aja lah
Cinta..
Kutemui tak biasa.
Layaknya, api kepada kayu.
Yang akan menyisakan abu.
Hei hati,
Aku lelah, lelah dengan semua ini.
Lelah dengan hidup ini.
Lelah, dengan semua.
Hati, aku tak tahu.
Apakah, jalan yang aku pilih telah benar?
Apakah jalan, yang aku tempuh ini salah?
Sejujurnya, aku tak ingin dengan semua ini.
Tak yakin, apakah benar disinilah aku menetap.
Ha.ha, sebenarnya bukan tak ingin, hanya saja diri ini tak ingin menerima kenyataan.
Kenyataan, yang harus aku terima bahwa, disinilah aku menetap.
Bahwa diisnilah aku tinggal.
Disini.. Disini dan disini!!!
Wahai hati, mengapa kau tak pernah pasrah dengan takdir?
Mengapa, kau masih saja berharap hal lain
Hal lain yang begitu indah?
Mengapa hati,😧.
Hati, aku hanya ingin sekali ini, ya sekali ini saja yakin bahwa apa yang telah ditetapkan untukku. Adalah yang terbaik😇🤗🤗🤗☺.
Oke, itu saja yang dapat saya tulis
Cukup sekian Terimakasih.
Saya akhiri, wasalamualaikum wr.wb
Komentar
Posting Komentar