Putri ikan
Di sebuah desa, hidupmu seorang petani yang tampan dan gagah. Saking gagahnya, membuat perempuan manapun akan jatuh cinta. Di karenakan kebaikan dan ketempanannya yang begitu tulus.
Petani tersebut, merupakan seseorang yang sangat ulet dan rajin dalam bekerja. Tapi satu hal yang membuatnya sedih, yaitu selama ini dia hanya hidup sebatang kara.
Sebenarnya, usianya sudah cukup untuk menikah. Tapi sampai sekarang, ia belom menemukan perempuan yang pantas untuk menjadi pendamping hidupnya.
Pekerjaan sehari-hari petani itu, bekerja di ladang dan memancing ikan di sungai, untuk memenuhi kebutuhannya.
Di suatu pagi yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai " mudah-mudahan hari ini mendapatkan ikan yang cukup besar". (Gumam petani dalam hati).
Lalu, sesampainya di sungai petani itu langsung melemparkan kailnya kedalam sungai.
Belom lama petani melempar kailnya, ia langsung berteriak kegirangan saat, mendaaptkan ikan yang cukup besar. " ikan itu berwarna merah keemas-emasan". Petani dengan sigapnya langsung mengambil ikan yang tersangkut dikailnya.
Tiba-tiba petani itu langsung terkejut karena ikan yang ditangkapnya memunculkan suara " tunggu pak jangan makan saya " ( ujar ikan itu ).
Sakit terkejutnya, ikan yang ditangkapnya itu langsung jatuh ketanah. Dan berubah menjadi seorang puteri yang sangat cantik jelita. Puteri itupun berkata " jangan takut pak, saya juga manusia sepertimu, saya sangat berhutang budi. karena telah menyelamatkan saya, dari kutukan dewata. "
Tanpa pikir panjang, petani itu langsung menjawab " baiklah puteri, tapi ada satu syarat yaitu, jadilah pendamping hidupku ( ujar petani ).
Puteri itu pun mengangguk dan bersedia menjadi pendamping hidup petani. " tapi ada satu syarat yaitu, tidak boleh menceritakan asal-usul dari puteri ikan.
Akhirnya, jadilah mereka pasangan suami istri. Petani itu langsung membawa puteri pulang ke rumah. Sesampainya di desa, semua orang gempar dikarenakan kecantikan puteri, yang bagai bidadari yang jatuh dari khayangan.
Ada, yang berpikir mungkin petani memelihara makhluk halus, ada juga yang mengatakan, mungkin petani memakai pelet. Dan segala macam.
Bahkan perkataan -perkataan pedas sampai ketelinga, petani dan puteri. Tapi itu tak membuat keduanya marah. Malah mereka, semakin giat dalam bekerja.
Satu bulan, telah mereka bersama, akhirnya muncul keluarga baru, di kehidupan keluarga kecil petani dan puteri.
Puteri melahirkan seorang putera, yang tampan. Ia diberi nama putera, putera tumbuh menjadi anak yang tampan, bandel, main sampai sore, dan yang parah lagi ia punya kebiasaan makan terus.
Walaupun, putera punya kebiasaan makan terus, tapi dia tidak gendut.
Suatu hari, puteri meminta anaknya mengantar makanan dan minuman. Untuk bapaknya yang sedang bekerja di ladang.
Tapi, putera membantah dan memilih bermain bola bersama teman-temennya.
Sedangkan, di tempat lain. Petani, yang sudah menahan haus dan lapar sedari tadi, terus menunggu kedatangan putra sulungnya yang akan membawakannya makan.
Tetapi, sudah lama petani itu menunggu akhirnya petani itu mulai geram. Dan langsung pulang kerumah untuk makan siang. Karena sepertinya, tak ada tanda-tanda putera sulungnya itu membawakannya makan dan minum untuk dirinya.
Di tengah perjalanan pulang, petani itu melihat anaknya sedang bermain bola bersama temen-temennya.
Petani itu sangat murka, lalu langsung menghampiri anaknya itu dan menjewer kuping anaknya dengan kuat. Seraya berkata " dasar anak ikan!!!!!!! ( ujar petani itu sambil menghentakan kakinya ketanah )
Akhirnya, putera dan puteri dalam sekejap berubah menjadi ikan yang tampan dan cantik. Dikarenakan petani yang telah melanggar janjinya..
SELESAI.
SEKIAN CERITANYA...
TANTANGAN 4
@ODOP BATCH 7
SALAM LITERASI
Petani tersebut, merupakan seseorang yang sangat ulet dan rajin dalam bekerja. Tapi satu hal yang membuatnya sedih, yaitu selama ini dia hanya hidup sebatang kara.
Sebenarnya, usianya sudah cukup untuk menikah. Tapi sampai sekarang, ia belom menemukan perempuan yang pantas untuk menjadi pendamping hidupnya.
Pekerjaan sehari-hari petani itu, bekerja di ladang dan memancing ikan di sungai, untuk memenuhi kebutuhannya.
Di suatu pagi yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai " mudah-mudahan hari ini mendapatkan ikan yang cukup besar". (Gumam petani dalam hati).
Lalu, sesampainya di sungai petani itu langsung melemparkan kailnya kedalam sungai.
Belom lama petani melempar kailnya, ia langsung berteriak kegirangan saat, mendaaptkan ikan yang cukup besar. " ikan itu berwarna merah keemas-emasan". Petani dengan sigapnya langsung mengambil ikan yang tersangkut dikailnya.
Tiba-tiba petani itu langsung terkejut karena ikan yang ditangkapnya memunculkan suara " tunggu pak jangan makan saya " ( ujar ikan itu ).
Sakit terkejutnya, ikan yang ditangkapnya itu langsung jatuh ketanah. Dan berubah menjadi seorang puteri yang sangat cantik jelita. Puteri itupun berkata " jangan takut pak, saya juga manusia sepertimu, saya sangat berhutang budi. karena telah menyelamatkan saya, dari kutukan dewata. "
Tanpa pikir panjang, petani itu langsung menjawab " baiklah puteri, tapi ada satu syarat yaitu, jadilah pendamping hidupku ( ujar petani ).
Puteri itu pun mengangguk dan bersedia menjadi pendamping hidup petani. " tapi ada satu syarat yaitu, tidak boleh menceritakan asal-usul dari puteri ikan.
Akhirnya, jadilah mereka pasangan suami istri. Petani itu langsung membawa puteri pulang ke rumah. Sesampainya di desa, semua orang gempar dikarenakan kecantikan puteri, yang bagai bidadari yang jatuh dari khayangan.
Ada, yang berpikir mungkin petani memelihara makhluk halus, ada juga yang mengatakan, mungkin petani memakai pelet. Dan segala macam.
Bahkan perkataan -perkataan pedas sampai ketelinga, petani dan puteri. Tapi itu tak membuat keduanya marah. Malah mereka, semakin giat dalam bekerja.
Satu bulan, telah mereka bersama, akhirnya muncul keluarga baru, di kehidupan keluarga kecil petani dan puteri.
Puteri melahirkan seorang putera, yang tampan. Ia diberi nama putera, putera tumbuh menjadi anak yang tampan, bandel, main sampai sore, dan yang parah lagi ia punya kebiasaan makan terus.
Walaupun, putera punya kebiasaan makan terus, tapi dia tidak gendut.
Suatu hari, puteri meminta anaknya mengantar makanan dan minuman. Untuk bapaknya yang sedang bekerja di ladang.
Tapi, putera membantah dan memilih bermain bola bersama teman-temennya.
Sedangkan, di tempat lain. Petani, yang sudah menahan haus dan lapar sedari tadi, terus menunggu kedatangan putra sulungnya yang akan membawakannya makan.
Tetapi, sudah lama petani itu menunggu akhirnya petani itu mulai geram. Dan langsung pulang kerumah untuk makan siang. Karena sepertinya, tak ada tanda-tanda putera sulungnya itu membawakannya makan dan minum untuk dirinya.
Di tengah perjalanan pulang, petani itu melihat anaknya sedang bermain bola bersama temen-temennya.
Petani itu sangat murka, lalu langsung menghampiri anaknya itu dan menjewer kuping anaknya dengan kuat. Seraya berkata " dasar anak ikan!!!!!!! ( ujar petani itu sambil menghentakan kakinya ketanah )
Akhirnya, putera dan puteri dalam sekejap berubah menjadi ikan yang tampan dan cantik. Dikarenakan petani yang telah melanggar janjinya..
SELESAI.
SEKIAN CERITANYA...
TANTANGAN 4
@ODOP BATCH 7
SALAM LITERASI
Kasihan anaknya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWohoho
BalasHapusKesian kesian kesian
Mantap kakak
BalasHapus#semangat
Semangat, the nice one. salam kenal. tetapi menurutku kalimat langsungnya tidak perlu dibold/tebalkan
BalasHapusSemangat kak
BalasHapusNice
BalasHapusKeren ceritanya. Jadi berpikir kalau jadi orang tua tak mudah ya? Semangat^^
BalasHapusArtinya kalau menjadi orang tua juga harus belajar menahan lisan agar tidak berdampak kepada anaknya. Semangaattt.. bagus tulisannya.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKak, ada typo mungkin satu bulan setelah bersama mereka mempunyai keluarga baru, mungkin maksudnya satu tahun ya?
BalasHapusBtw, semangat kak nulisnya
Bagus kakak tulisannya salam kenal ya kak amanda dari grup london
BalasHapus