SEBUAH KENAGAN
Setiap orang berhak untuk memilih
Siapa yang pantas dicintai, tetapi
Nyatanya cinta datang secara tiba-tiba
Tanpa bisa memilih...
Hahahaha, kalimat itu sudah aku rencanakan sejak beberapa tahun lalu tapi tidak pernah terlaksana.
Percayalah aku tidak pernah berniat dalam hati ingin menjadi penulis, aku pun juga tak ingin kebodohanku dibaca oleh orang -orang tapi ini adalah satu-satunya cara agar kau mengetahui tentang perasaanku.. Tanpa lisan yang harus menjelaskan. Setidaknya melalui tulisan ini kau mengerti apa yang aku rasakan hingga detik ini.
***************
Seorang gadis, berusia 20 tahun berambut hitam sebahu baru saja menyelesaikan tulisan diary nya.
setelah selesai menuliskan diary nya dia, pun menatap kosong hamparan padi yang ada di hadapanya.
"Hei valensa sedang apa kau" sapa seorang pria dari kejauhan.
Pria itu bertubuh tinggi, tegap layaknya lelaki perkasa itu langsung menghampiri valensa dan duduk di dekatnya.
Valensa yang dari tadi termenung, langsung menutupi semua masalah nya seraya menjawab " tak apa aku hanya mencari udara segar saja" (ucap valensa sambil tersenyum ke arah pria yang tak lain adalah, sepupunya sekaligus sahabat laki-laki yang ia punya) laki-laki itu tak lain bernama alvino.
Kebiasaan kamu, sering melamun di tempat seperti ini (ujar alvino menjitak pelan kepala valensa).
valensa pun cuman bisa tersenyum kecil karena melihat tingkah sepupunya yang kadang mirip sekali, seperti seorang ibuk yang sangat mencemaskan anaknya.
Udah yuk ke kelas bentar lagi kan pelajaran dosen idola, ( ajak alvino) valensa dan alvino pun beriringan masuk ke kelas karena mereka sekelas sekaligus jugak teman sebangku.
Terkadang kalau orang-orang tidak tahu mereka sepupuan pasti bakal mengira bahwa mereka pacaran, karena tingkah mereka yang kadang buat seisi kampus iri.
Valensa yang cantik dan alvino yang tampan, ah siapa sih yang enggak pingin jadi pacar alvino.
Semua cewek-cewek banyak yang ngantri, karena banyak yang ingin jadi pacar alvino.
Tapi seorang alvino merupakan pria yang sangat dingin di kalangan wanita.
Dia hanya bersikap baik, manis, manja hanya pada sepupunya ya siapa lagi kalau bukan valensa, Seorang gadis kecil, imut, pintar, cantik.
Vino dan valensa sudah banyak menghabiskan waktu mereka dari mereka kecil hingga mereka dewasa.
Vino selalu membantu valensa apapun masalah valensa. vino pasti menyangupinya, meskipun hal itu harus berhubungan dengan nyawa.
Vino sangat menyayangi, dan mencintai valensa rasa sayanganya bahkan lebih dari sahabat atau pun saudara.
Entah pikiran dari mana dia sangat ingin memiliki valensa sepenuhnya, karena vino sudah sangat mencintai valensa. dan susah menghilangkan perasaan yang telah lama ia pendam dari SMP.
Rasanya dulu terlalu muda untuk mengungkapkan perasaannya.
Vino pun juga takut kalau hubungan persaudaraan dan persahabatan mereka, akan hancur karena sebuah perasaan yang tidak sepantasnya ada.
Tidak lama mereka menunggu datanglah seorang dosen yang bertubuh kekar, tampan, dingin, tatapan tajam, dan memiliki kharisma yang membuat siapa saja pasti akan menatapnya.
Bahkan seluruh kampus banyak mengidolakan dosen itu, terkecuali pada valensa.
Valensa sangat tidak suka dosen itu cuek, dingin atau apalah itu dia sangat tidak suka.
Itu karena valensa selalu diberi hukuman yang berat oleh dosen sombong itu.
Karena dirinya, selalu saja tertidur di saat dosen itu sedang menjelaskan sesuatu.
Seperti kejadian siang ini " valensa bangun!!!!!!" ( ujar seorang dosen galak itu" , valensa yang mendengar teriakan yang cukup keras itu, langsung berdiri terbangun dan menghadap ke arah dosen itu (tatapan yang tajam membuat valensa ketakutan dan gemetaran).
Dosen itu pun langsung berjalan menghampiri valensa seraya berkata " pulang nanti kau harus keruangan bapak kamu mengerti!!!" ( ujarnya dengan ketus) valensa hanya bisa mengangguk paham ( karena masih merasa ketakutan).
Ah sial kenapa sih, aku selalu saja tertidur di sela pelajaran bapak galak itu, dan sekarang aku harus menemuinya.
Oh tuhan hukuman apa lagi yang akan dia berikan padaku, apakah tak cukup baginya menghukumku minggu kemaren.
Ah aku hanya berharap semoga hukuman ini tak terlalu berat.
( dengan langkah yang sangat lesu valensa pun melangkahkan kaki menuju ruangan dosennya). sesampainya diruangan itu, dengan sopan valensa mengetuk pintu sambil mengucapkan salam "Assalamualaikum pak" dosen itu pun menjawab Wa'alaikumsalam masuk".
valensa pun masuk dan duduk di depan kursi yang berhadapan dengan dosen itu " astaga ternyata dosen ini sangat tampan jika dilihat dari dekat".
( aduh valensa apa yang kau pikirkan dia itu tetap dosen yang galak inget itu galak!!, (ujar valensa dalam hati).
Valensa kamu tahu kan kesalahan kamu?? (Ujar dosen galak itu) iya pak saya tahu, jadi hukuman apa yang akan saya terima pak?? Hari ini bapak tidak akan menghukumu, tapi jangan senang dulu setiap hari kau harus melakukan apa yang saya perintahkan (kamu mengerti ujar dosen itu dengan tegas!!!) what tapi pak!!!( ujar valensa tak kalah tegasnya) saya tidak dengar kata penolakan valensa, dan sekarang kamu pulang, saya sudah selesai berbicara padamu karena tugas yang sangat berat akan dimulai besok jadi istirahat dan pulang.
valensa sangat kesal dengan dosen itu, dengan kemarahannya valensa pun pergi tanpa berpamitan pada dosennya itu "aaaaah aku kesaaal sekali kenapa sih dosen itu seenaknya menyuruhnya untuk melakukan apa yang akan dia suruh(sambil mengacak-acak rambutnya).
Hari itu valensa sangat bad mood sekali dengan nasib sial yang baru saja diterimanya sore itu.
Tapi disisi lain dosen galak, tampan, kaya berkarisma, sekaligus calon direktur perusahaan itu tersenyum kemenangan.
karena, berhasil membuat wanita yang selama ini menarik perhatiannya bisa ada terus di dekatnya, ya dia telah lama memperhatikan valensa karena menurutnya valensa sangat berbeda dari wanita lain.
Valensa sangat pintar, cantik, kaya raya baik hati karena kepribadiaan valensa itulah dosen yang terkenal galak bisa jatuh cinta pada valensa.
Siapa sangka pemuda umur 28 tahun menyukai gadis seperti valensa, seorang gadis yang tidak lain merupakan anak didiknya sendiri "ah aku sudah sangat tergila-gila padanya dan tidak akan pernah melepaskannya (ujarnya dengan senyuman yang mengembang).
Tiba- tiba saat sedang tersenyum memikirkan hal yang menyenangkan pria itu mendengar teriakan dari kejauhan, pria berumur 50 tahunan tapi masih terlihat gagah dan tampan tanpa mengetuk pintu dia memasuki ruangan anaknya seraya berkata " vasko sampai kapan kau melamar menjadi dosen hanya untuk melihat gadis itu, apakah sudah ada kemajuan?? Kapan kau akan melamar gadis itu?? Ayolah vasko papa tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk itu.
perusahaan kita butuh orang cerdas seperti mu!!!" ( ujar papa nya dengan kemarahan yang telah memuncak).
Vasko pun membalas pertanyaan dari seorang yang di panggil nya papa " tunggu pa, beri vasko waktu vasko secepatnya melamar gadis itu dan membawanya di hadapan papa.
Dan setelah semua itu berhasil, vasko akan berhenti menjadi dosen dan kembali mengurus perusahaan.
Papanya mengangguk setuju akan tetapi, bila kamu tidak bisa membuat wanita itu jatuh cinta padamu berhentilah mengejarnya dan kembali mengurus perusahaan.
Papa akan beri kamu waktu satu bulan, kalau dalam satu bulan itu kau tidak bisa membuat wanita itu menjadi milikmu maka menyerahlah dan kembali memimpin perusahan.
Vasko pasrah dengan penuturan papanya itu.
Dia pun menyanggupi segalanya agar bisa membuat valensa menjadi miliknya.
Sementara itu, alvino sedang bersiap-siap karena malam ini dia akan menyatakan cintanya pada valensa.
Setelah dia bersiap dia berjalan menuju rumah valensa, karena sore tadi dia sudah mengajak valensa untuk makan di kafe yang sering mereka datangi.
Disisi lain pun valensa sedang bersiap-siap karena bentar lagi pasti vino datang (ujar valensa dalam hati) tiba-tiba diluar bunyi klakson mobil "tit..tit..tit" ah itu pasti vino untungnya aku udah selesai bersiap.
Valensa pun langsung keluar rumah dan tidak lupa Valensa berpamitan pada papa dan mamanya bahwa malam ini dirinya akan makan malam bersama Alvino.
Orang tuanya pun mengizinkannya degan satu syarat bahkan Valensa tidak boleh pulang larut, Valensa pun mengangguk dan mengiyakan karena dirinya sangat patuh dan sangat menghargai orang tuanya.
Valensa pun pergi bersama vino dengan mengendarai mobil sepupunya itu, 20 menit di perjalanan mereka telah sampai disebuah restoran mewah.
Lho kok kita enggak makan di kafe yang sering kita datangin aja?? (Ujar valensa menatap vino) vino pun menjawab ( enggak apa kan sekali-kali cari suasana baru gitu).
Valensa pun mengangguk dengan setuju.
Valensa sangat terpesona dengan restoran itu bener-bener sangat mewah, pemandangan nya sangat indah, diiringi musik, dan terlebih lagi restoran itu di lengkapi dengan air terjun megah di dalam maupun diluarnya.
Wow bener-bener bagus (ujar valensa terkagum-kagum) vino pun angkat bicara "bagaimana kamu suka valensa??" ( ujar vino bertanya pada valensa). "Iya vino aku sangat suka sekali tempat ini aku enggak nyangka sepupu ku alvino ini punya selera yang bangun jugak" ( ujar valensa mengembangkan senyumnya ke arah vino) vino pun membalas senyuman valensa dan sambil berharap malam ini menjadi momen terindah baginya. "Eh vin tapi kok di restoran megah dan indah ini tidak ada orang yang berkunjung selain kita berdua ya"?? ( ujar valensa) vino pun menjawab pertanyaan valensa " itu karena aku sudah memboking tempat ini khusus kita berdua valensa cantik" owh gitu.. Tapi kenapa kamu sampai memboking segalanya demi aku?? Belom sempat vino menjawab tib-tiba seorang pelayan datang membawakan daftar menu. Dengan sopan pelayan itu bertanya "selamat malam mbk mas.. Mau pesan apa?? ( sambil menyerah daftar menu di hadapan valensa dan alvin) valensa memilih, stek, jus storberi, dan sayuran. Sedangkan vino memilih, pizza, spageti, dan jus alpukat.. Oke ditunggu dulu ya mbk ( ujar pelayan itu setelah mencatat pesanan mereka ) 15 menit kemudian.. Pelayan itu datang membawa pesanan alvino dan valensa ini mbk pesanan nya.
Oke makasih ya ( ujar valensa dan alvin bebarengan) sama2 mbk.. Mas Selamat menikmati hidungnya, saya pamit dulu. ( ujar pelayan itu sambil berlalu pergi. Vino dan valensa pun melahap makanannya dengan sangat lahap, bahkan ketika makan pun taka ada terdengar suara kecuali suara sendok dan garpu. Akhirnya 25 menit mereka selesai makan, kini tibalah vino menjalankan misinya untuk menembak valensa. Vino pun mengeluarkan bingkisan yang daritadi tersusun rapi di dekatnya, dan ternyata isinya bunga dan coklat ( sambil sedikit jongkok vino pun menyatakan cinta pada valensa) " valensa bertahun-tahun lamanya, senjak kita bersama. tiba-tiba muncul sebuah perasaan baru perasaan lebih dari saudara dan sahabat, aku sayang kamu valensa.
maka dari itu di malam ini, ditempat romantis ini menjadi saksi segala ( sambil berdiri dan mengenggam tangan valensa vino berkata) Valensa maukah kau menjadi orang terlahir untuk hidupku??
Valensa pun kaget dengan penuturan dari sepupunya yang telah dianggapnya seperti saudara, valensa tidak pernah menyangka bahwa selama ini perhatian yang telah alvin berikan semuanya karena vino mencintainya.
Padahal selama ini baginya Vino sudah seperti kakaknya sendiri.
Sudah lama termenung, akhirnya valensa angkat bicara" vino sepupuku dan sekaligus sahabat yang aku punya, maaf aku tidak bisa menjadi orang yang akan selalu mengisi hari-harimu.
Karena apa karena kau adalah segalanya bagiku, jadi mana mungkin kita menjalani hubungan terlarang ini! ( ujar valensa sedikit tegas)
Vino pun tertegun dengan jawaban Valensa dia tidak percaya bahwa Valensa menolaknya.
Akhirnya Vino membuang segala barang yang rencananya akan dia persembahkan untuk Valensa. Vino pun keluar begitu saja dari restoran itu, sebelum keluar dia tidak lupa membayar makanan yang telah ia makan bersama Valensa. Malam itu menjadi malam yang aneh bagi valensa tidak ada yang dilakukannya selain cepat pulang dan tidur di rumahnya berharap kejadian yang menimpanya semua hanyalah mimpi.
Keesokan harinya dia terbangun dan seperti biasa setiap pagi valensa bersiap-siap menuju kampus, pun tidak lupa makan bersama keluarganya. Itu adalah rutinitas pagi valensa bersama keluarganya.
Setelah menghabiskan sarapannya valensa lalu langsung bergegas pergi karena supirnya sudah sial untun mengantarkannya ke kampus. Pagi itu valensa ke kampus bersama supirnya karena tidak mungkin dirinya berangkat bersam vino. Vino pasti masih marah dengannya akan kejadian malam kemaren. Tapi valensa harap vino pagi ini vino kembali menegurnya dan hanya menganggap nya seperti saudara bukan seperti seorang kekasih.
Sesampainya valensa di kampus, valensa mendapati vino sedang menunggunya. Vino menatap valensa perlahan dan berkata " valensa apa jawabanmu semalam aku sungguh mencintaimu kamu mau kan menjadi pacarku?? ( ujar vino seolah penuh harap) valensa pun menjawab " tidak vin itu tidak akan pernah terjadi.. Karena kita adalah saudara jadi mana mungkin.
Tapi valensa, aku bener-bener mencintaimu dan perasaan ini tulus, tidakkah ada sedikit cinta dihatimu untukku? ( ujar alvino, sedikit memohon.)
Cukup, vin kalau kamu berbicara seperti itu lagi, maka jangan pernah mendekatiku.
Tiba-tiba, dari kejauhan muncul seorang dosen yang tak asing lagi. Dosen, berkarisma dan tampan.
Valensa, pun langsung memanggil dosen itu.. Dan
Apa, yang terjadi kita simak di episode ke 2π..
Siapa yang pantas dicintai, tetapi
Nyatanya cinta datang secara tiba-tiba
Tanpa bisa memilih...
Malam ini aku sendiri, Dengan keadaan dan hati yang kacau.
Aku memilih memendam perasaan ini dalam-dalam, Karena aku perempuan.
Tak sepantasnya aku mengutarakan rasa ini .
aku benci logika yang sangat ingin pergi namun perasaan menahannya .
hati kecilku tak bisa jauh darimu, rasanya hatiku sudah terikat padamu.
Sering memimpikanmu dan selalu yakin bahwa kau akan datang padaku.
kau tahu aku sudah berkali-kali melupakanmu, dan selalu berdo'a agar dihapus saja perasaan ini.
tapi lagi dan lagi, aku tak bisa menghapus semua begitu saja, dalam benakku tepatnya dengan kejadian 4 tahun yang lalu..
Untukmu..
Sampai detik ini aku masih merasa kosong hampa dan kekurangan entahlah ada apa dengan diriku aku tak ingin membahasanya.
Hai apa kabarmu ketika membaca ini?? Apa kabar hatimu? Sudah sembuh?? Sudahkah kau mendapatkan kebahagiaan?? Kamu laki-laki yang pintar aku sangat yakin kau baik-baik saja sekarang.
Hai apa kabarmu ketika membaca ini?? Apa kabar hatimu? Sudah sembuh?? Sudahkah kau mendapatkan kebahagiaan?? Kamu laki-laki yang pintar aku sangat yakin kau baik-baik saja sekarang.
Aku jadi penasaran bagaimana kabarmu ketika membaca ini, Bodoh mana mungkin kau akan membacanya.
Berkali-kali aku menanyakan hal ini kepada sang pencipta tapi tak ada jawaban darinya, percayalah tanpa satu detik pun aku tak pernah berhenti untuk selalu ingin mengetahui kabarmu.
Berkali-kali aku menanyakan hal ini kepada sang pencipta tapi tak ada jawaban darinya, percayalah tanpa satu detik pun aku tak pernah berhenti untuk selalu ingin mengetahui kabarmu.
Surat ini aku buat karena luka yang kau berikan masih membekas di benakku semuanya masih belom terobati.. Semuanya masih penuh tanya?? Aku lelah dengan semua ini, sangat lelah aku ingin sekali sudahi segala perasaan yang aku rasakan ini..
Apa sudahi???
Percayalah aku tidak pernah berniat dalam hati ingin menjadi penulis, aku pun juga tak ingin kebodohanku dibaca oleh orang -orang tapi ini adalah satu-satunya cara agar kau mengetahui tentang perasaanku.. Tanpa lisan yang harus menjelaskan. Setidaknya melalui tulisan ini kau mengerti apa yang aku rasakan hingga detik ini.
***************
Seorang gadis, berusia 20 tahun berambut hitam sebahu baru saja menyelesaikan tulisan diary nya.
setelah selesai menuliskan diary nya dia, pun menatap kosong hamparan padi yang ada di hadapanya.
"Hei valensa sedang apa kau" sapa seorang pria dari kejauhan.
Pria itu bertubuh tinggi, tegap layaknya lelaki perkasa itu langsung menghampiri valensa dan duduk di dekatnya.
Valensa yang dari tadi termenung, langsung menutupi semua masalah nya seraya menjawab " tak apa aku hanya mencari udara segar saja" (ucap valensa sambil tersenyum ke arah pria yang tak lain adalah, sepupunya sekaligus sahabat laki-laki yang ia punya) laki-laki itu tak lain bernama alvino.
Kebiasaan kamu, sering melamun di tempat seperti ini (ujar alvino menjitak pelan kepala valensa).
valensa pun cuman bisa tersenyum kecil karena melihat tingkah sepupunya yang kadang mirip sekali, seperti seorang ibuk yang sangat mencemaskan anaknya.
Udah yuk ke kelas bentar lagi kan pelajaran dosen idola, ( ajak alvino) valensa dan alvino pun beriringan masuk ke kelas karena mereka sekelas sekaligus jugak teman sebangku.
Terkadang kalau orang-orang tidak tahu mereka sepupuan pasti bakal mengira bahwa mereka pacaran, karena tingkah mereka yang kadang buat seisi kampus iri.
Valensa yang cantik dan alvino yang tampan, ah siapa sih yang enggak pingin jadi pacar alvino.
Semua cewek-cewek banyak yang ngantri, karena banyak yang ingin jadi pacar alvino.
Tapi seorang alvino merupakan pria yang sangat dingin di kalangan wanita.
Dia hanya bersikap baik, manis, manja hanya pada sepupunya ya siapa lagi kalau bukan valensa, Seorang gadis kecil, imut, pintar, cantik.
Vino dan valensa sudah banyak menghabiskan waktu mereka dari mereka kecil hingga mereka dewasa.
Vino selalu membantu valensa apapun masalah valensa. vino pasti menyangupinya, meskipun hal itu harus berhubungan dengan nyawa.
Vino sangat menyayangi, dan mencintai valensa rasa sayanganya bahkan lebih dari sahabat atau pun saudara.
Entah pikiran dari mana dia sangat ingin memiliki valensa sepenuhnya, karena vino sudah sangat mencintai valensa. dan susah menghilangkan perasaan yang telah lama ia pendam dari SMP.
Rasanya dulu terlalu muda untuk mengungkapkan perasaannya.
Vino pun juga takut kalau hubungan persaudaraan dan persahabatan mereka, akan hancur karena sebuah perasaan yang tidak sepantasnya ada.
Tidak lama mereka menunggu datanglah seorang dosen yang bertubuh kekar, tampan, dingin, tatapan tajam, dan memiliki kharisma yang membuat siapa saja pasti akan menatapnya.
Bahkan seluruh kampus banyak mengidolakan dosen itu, terkecuali pada valensa.
Valensa sangat tidak suka dosen itu cuek, dingin atau apalah itu dia sangat tidak suka.
Itu karena valensa selalu diberi hukuman yang berat oleh dosen sombong itu.
Karena dirinya, selalu saja tertidur di saat dosen itu sedang menjelaskan sesuatu.
Seperti kejadian siang ini " valensa bangun!!!!!!" ( ujar seorang dosen galak itu" , valensa yang mendengar teriakan yang cukup keras itu, langsung berdiri terbangun dan menghadap ke arah dosen itu (tatapan yang tajam membuat valensa ketakutan dan gemetaran).
Dosen itu pun langsung berjalan menghampiri valensa seraya berkata " pulang nanti kau harus keruangan bapak kamu mengerti!!!" ( ujarnya dengan ketus) valensa hanya bisa mengangguk paham ( karena masih merasa ketakutan).
Ah sial kenapa sih, aku selalu saja tertidur di sela pelajaran bapak galak itu, dan sekarang aku harus menemuinya.
Oh tuhan hukuman apa lagi yang akan dia berikan padaku, apakah tak cukup baginya menghukumku minggu kemaren.
Ah aku hanya berharap semoga hukuman ini tak terlalu berat.
( dengan langkah yang sangat lesu valensa pun melangkahkan kaki menuju ruangan dosennya). sesampainya diruangan itu, dengan sopan valensa mengetuk pintu sambil mengucapkan salam "Assalamualaikum pak" dosen itu pun menjawab Wa'alaikumsalam masuk".
valensa pun masuk dan duduk di depan kursi yang berhadapan dengan dosen itu " astaga ternyata dosen ini sangat tampan jika dilihat dari dekat".
( aduh valensa apa yang kau pikirkan dia itu tetap dosen yang galak inget itu galak!!, (ujar valensa dalam hati).
Valensa kamu tahu kan kesalahan kamu?? (Ujar dosen galak itu) iya pak saya tahu, jadi hukuman apa yang akan saya terima pak?? Hari ini bapak tidak akan menghukumu, tapi jangan senang dulu setiap hari kau harus melakukan apa yang saya perintahkan (kamu mengerti ujar dosen itu dengan tegas!!!) what tapi pak!!!( ujar valensa tak kalah tegasnya) saya tidak dengar kata penolakan valensa, dan sekarang kamu pulang, saya sudah selesai berbicara padamu karena tugas yang sangat berat akan dimulai besok jadi istirahat dan pulang.
valensa sangat kesal dengan dosen itu, dengan kemarahannya valensa pun pergi tanpa berpamitan pada dosennya itu "aaaaah aku kesaaal sekali kenapa sih dosen itu seenaknya menyuruhnya untuk melakukan apa yang akan dia suruh(sambil mengacak-acak rambutnya).
Hari itu valensa sangat bad mood sekali dengan nasib sial yang baru saja diterimanya sore itu.
Tapi disisi lain dosen galak, tampan, kaya berkarisma, sekaligus calon direktur perusahaan itu tersenyum kemenangan.
karena, berhasil membuat wanita yang selama ini menarik perhatiannya bisa ada terus di dekatnya, ya dia telah lama memperhatikan valensa karena menurutnya valensa sangat berbeda dari wanita lain.
Valensa sangat pintar, cantik, kaya raya baik hati karena kepribadiaan valensa itulah dosen yang terkenal galak bisa jatuh cinta pada valensa.
Siapa sangka pemuda umur 28 tahun menyukai gadis seperti valensa, seorang gadis yang tidak lain merupakan anak didiknya sendiri "ah aku sudah sangat tergila-gila padanya dan tidak akan pernah melepaskannya (ujarnya dengan senyuman yang mengembang).
Tiba- tiba saat sedang tersenyum memikirkan hal yang menyenangkan pria itu mendengar teriakan dari kejauhan, pria berumur 50 tahunan tapi masih terlihat gagah dan tampan tanpa mengetuk pintu dia memasuki ruangan anaknya seraya berkata " vasko sampai kapan kau melamar menjadi dosen hanya untuk melihat gadis itu, apakah sudah ada kemajuan?? Kapan kau akan melamar gadis itu?? Ayolah vasko papa tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk itu.
perusahaan kita butuh orang cerdas seperti mu!!!" ( ujar papa nya dengan kemarahan yang telah memuncak).
Vasko pun membalas pertanyaan dari seorang yang di panggil nya papa " tunggu pa, beri vasko waktu vasko secepatnya melamar gadis itu dan membawanya di hadapan papa.
Dan setelah semua itu berhasil, vasko akan berhenti menjadi dosen dan kembali mengurus perusahaan.
Papanya mengangguk setuju akan tetapi, bila kamu tidak bisa membuat wanita itu jatuh cinta padamu berhentilah mengejarnya dan kembali mengurus perusahaan.
Papa akan beri kamu waktu satu bulan, kalau dalam satu bulan itu kau tidak bisa membuat wanita itu menjadi milikmu maka menyerahlah dan kembali memimpin perusahan.
Vasko pasrah dengan penuturan papanya itu.
Dia pun menyanggupi segalanya agar bisa membuat valensa menjadi miliknya.
Sementara itu, alvino sedang bersiap-siap karena malam ini dia akan menyatakan cintanya pada valensa.
Setelah dia bersiap dia berjalan menuju rumah valensa, karena sore tadi dia sudah mengajak valensa untuk makan di kafe yang sering mereka datangi.
Disisi lain pun valensa sedang bersiap-siap karena bentar lagi pasti vino datang (ujar valensa dalam hati) tiba-tiba diluar bunyi klakson mobil "tit..tit..tit" ah itu pasti vino untungnya aku udah selesai bersiap.
Valensa pun langsung keluar rumah dan tidak lupa Valensa berpamitan pada papa dan mamanya bahwa malam ini dirinya akan makan malam bersama Alvino.
Orang tuanya pun mengizinkannya degan satu syarat bahkan Valensa tidak boleh pulang larut, Valensa pun mengangguk dan mengiyakan karena dirinya sangat patuh dan sangat menghargai orang tuanya.
Valensa pun pergi bersama vino dengan mengendarai mobil sepupunya itu, 20 menit di perjalanan mereka telah sampai disebuah restoran mewah.
Lho kok kita enggak makan di kafe yang sering kita datangin aja?? (Ujar valensa menatap vino) vino pun menjawab ( enggak apa kan sekali-kali cari suasana baru gitu).
Valensa pun mengangguk dengan setuju.
Valensa sangat terpesona dengan restoran itu bener-bener sangat mewah, pemandangan nya sangat indah, diiringi musik, dan terlebih lagi restoran itu di lengkapi dengan air terjun megah di dalam maupun diluarnya.
Wow bener-bener bagus (ujar valensa terkagum-kagum) vino pun angkat bicara "bagaimana kamu suka valensa??" ( ujar vino bertanya pada valensa). "Iya vino aku sangat suka sekali tempat ini aku enggak nyangka sepupu ku alvino ini punya selera yang bangun jugak" ( ujar valensa mengembangkan senyumnya ke arah vino) vino pun membalas senyuman valensa dan sambil berharap malam ini menjadi momen terindah baginya. "Eh vin tapi kok di restoran megah dan indah ini tidak ada orang yang berkunjung selain kita berdua ya"?? ( ujar valensa) vino pun menjawab pertanyaan valensa " itu karena aku sudah memboking tempat ini khusus kita berdua valensa cantik" owh gitu.. Tapi kenapa kamu sampai memboking segalanya demi aku?? Belom sempat vino menjawab tib-tiba seorang pelayan datang membawakan daftar menu. Dengan sopan pelayan itu bertanya "selamat malam mbk mas.. Mau pesan apa?? ( sambil menyerah daftar menu di hadapan valensa dan alvin) valensa memilih, stek, jus storberi, dan sayuran. Sedangkan vino memilih, pizza, spageti, dan jus alpukat.. Oke ditunggu dulu ya mbk ( ujar pelayan itu setelah mencatat pesanan mereka ) 15 menit kemudian.. Pelayan itu datang membawa pesanan alvino dan valensa ini mbk pesanan nya.
Oke makasih ya ( ujar valensa dan alvin bebarengan) sama2 mbk.. Mas Selamat menikmati hidungnya, saya pamit dulu. ( ujar pelayan itu sambil berlalu pergi. Vino dan valensa pun melahap makanannya dengan sangat lahap, bahkan ketika makan pun taka ada terdengar suara kecuali suara sendok dan garpu. Akhirnya 25 menit mereka selesai makan, kini tibalah vino menjalankan misinya untuk menembak valensa. Vino pun mengeluarkan bingkisan yang daritadi tersusun rapi di dekatnya, dan ternyata isinya bunga dan coklat ( sambil sedikit jongkok vino pun menyatakan cinta pada valensa) " valensa bertahun-tahun lamanya, senjak kita bersama. tiba-tiba muncul sebuah perasaan baru perasaan lebih dari saudara dan sahabat, aku sayang kamu valensa.
maka dari itu di malam ini, ditempat romantis ini menjadi saksi segala ( sambil berdiri dan mengenggam tangan valensa vino berkata) Valensa maukah kau menjadi orang terlahir untuk hidupku??
Valensa pun kaget dengan penuturan dari sepupunya yang telah dianggapnya seperti saudara, valensa tidak pernah menyangka bahwa selama ini perhatian yang telah alvin berikan semuanya karena vino mencintainya.
Padahal selama ini baginya Vino sudah seperti kakaknya sendiri.
Sudah lama termenung, akhirnya valensa angkat bicara" vino sepupuku dan sekaligus sahabat yang aku punya, maaf aku tidak bisa menjadi orang yang akan selalu mengisi hari-harimu.
Karena apa karena kau adalah segalanya bagiku, jadi mana mungkin kita menjalani hubungan terlarang ini! ( ujar valensa sedikit tegas)
Vino pun tertegun dengan jawaban Valensa dia tidak percaya bahwa Valensa menolaknya.
Akhirnya Vino membuang segala barang yang rencananya akan dia persembahkan untuk Valensa. Vino pun keluar begitu saja dari restoran itu, sebelum keluar dia tidak lupa membayar makanan yang telah ia makan bersama Valensa. Malam itu menjadi malam yang aneh bagi valensa tidak ada yang dilakukannya selain cepat pulang dan tidur di rumahnya berharap kejadian yang menimpanya semua hanyalah mimpi.
Keesokan harinya dia terbangun dan seperti biasa setiap pagi valensa bersiap-siap menuju kampus, pun tidak lupa makan bersama keluarganya. Itu adalah rutinitas pagi valensa bersama keluarganya.
Setelah menghabiskan sarapannya valensa lalu langsung bergegas pergi karena supirnya sudah sial untun mengantarkannya ke kampus. Pagi itu valensa ke kampus bersama supirnya karena tidak mungkin dirinya berangkat bersam vino. Vino pasti masih marah dengannya akan kejadian malam kemaren. Tapi valensa harap vino pagi ini vino kembali menegurnya dan hanya menganggap nya seperti saudara bukan seperti seorang kekasih.
Sesampainya valensa di kampus, valensa mendapati vino sedang menunggunya. Vino menatap valensa perlahan dan berkata " valensa apa jawabanmu semalam aku sungguh mencintaimu kamu mau kan menjadi pacarku?? ( ujar vino seolah penuh harap) valensa pun menjawab " tidak vin itu tidak akan pernah terjadi.. Karena kita adalah saudara jadi mana mungkin.
Tapi valensa, aku bener-bener mencintaimu dan perasaan ini tulus, tidakkah ada sedikit cinta dihatimu untukku? ( ujar alvino, sedikit memohon.)
Cukup, vin kalau kamu berbicara seperti itu lagi, maka jangan pernah mendekatiku.
Tiba-tiba, dari kejauhan muncul seorang dosen yang tak asing lagi. Dosen, berkarisma dan tampan.
Valensa, pun langsung memanggil dosen itu.. Dan
Apa, yang terjadi kita simak di episode ke 2π..
Waaaaw . Hehe. keren nih panjang tilisannya, aku boleh kasih saran gak?
BalasHapusKalau ada ucapan seseorang dalam cerita. Enaknya pakai dialog tag Kak.
Udah keren nih, tinggal disempurnakan.
Mungkin nanti Kak Arhana bakal komentar Typo atau perPUEBI-an.
Boleeh bolehhh...
BalasHapusKirain kmu lg curhat ππππ
Ini cerbung? Part berapa?
BalasHapusKeren, panjang ceritanya tapi iya bener kata Bang Ibrahim, pakai dialog tag sepertinya akan lebih rapi lagi.
BalasHapusTerus untuk penulisan nama pake kapital. Semangaattπ
Temanya teenlit ya?
BalasHapusπππ
Krisarnya, di PUEBI, terutama penggunaan tanda baca pada dialog tag. Semangat!
Jadi dua episode bisa lho ini, lumayan kan untuk post dua hari.
BalasHapusSedikit masukan tentang dialog tag.
Contoh 1 :
"Hei valensa sedang apa kau" sapa seorang pria dari kejauhan.
Sedikit edit begini,
"Hei, Valensa sedang apa kau?" Sapa seorang pria dari kejauhan.
===
Contoh 2 :
" tak apa aku hanya mencari udara segar saja" (ucap valensa sambil tersenyum ke arah pria yang tak lain adalah, sepupunya sekaligus sahabat laki-laki yang ia punya) laki-laki itu tak lain bernama alvino.
Kalau begini, bagaimana?
"Tak apa. Aku hanya mencari udara segar saja," ucap Valensa sambil tersenyum ke arah pria yang tak lain adalah sepupunya sekaligus sahabat laki-laki yang ia punya. Tak lain, ia bernama Alvino.
Pelan-pelan dan terus semangat, Kakak