Awal abu - abu dihidupku
Assalamualaikum, wr.wb
Hai semua, sebelumnya curhat sedikit y.. Sebenarnya, daku menginginkan kelas fiksi.
Tapi, ternyata dan enggak tahu mengapa.. Daku baru sadar sekarang bahwa tenyata salah kelas😔😔😢. Dan parahnya lagi, baru sadar sekarang. Jujur sedih sih, tapi ya mau bagaimana lagi🤥.
Jadi, ya Udahlah. Disini daku ingin menulis awal abu - abu dihidupku..
Seseorang, gadis berusia 16 tahun, menatap kosong hamparan padi dihadapannya, sejenak berpikir betapa hidup ini membuatnya pilu.
Gadis, itu selalu sendiri, bukan tak memiliki teman tapi terlalu menutup diri, hingga tak ingin melihat bahwa hidup ini tak sesuram kenyataan.
Saat, itu dipagi yang cerah seperti biasa, gadis itu termenung seorang diri. Tak ada sedikitpun, hal yang menyenangkan.
Hari terus berlalu, dan dirinya telah resmi menjadi murid SMA terfavorit. Dalam hidup gadis, itu senang karena tak bisa dibayangkan sekarang di telah menjadi anak SMA. Dan sebaliknya, persaannya kosong karena merasa belom menemukan temen yang bisa diajaknya bicara.
Hari itu, gadis itu masuk ke kelas 10 ipa 1 karena nama yang sama dengannya ada dua, jadi dia dipindahkan ke kelas 10 ipa 2.
Disinilah awal abu - abu ini dimulai tentang betapa aku sangat nyaman didekatnya, tentang dia yang begitu baik padaku, tentang dia yang apa adanya dirinya, tentang dia yang membuat aku mengerti bahwa aku menyukainya, dan tentang dia yang telah berhasil membuatku gila hingga meneteskan air mata.
Dikelas itu, gadis itu bertemu dengan seorang pria, berkulit kuning langsat, dengan postur tubuh yang tinggi, satu-satunya orang yang sadar akan keberadaan gadis itu.
awal pertamanya Gadis, sangat tak suka di kelas itu berisik. Namun dirinya bersyukur karena sekelas dengan temen smpnya.
Yah, setidaknya ada orang yang dikenalnya.
Hari pertama masuk sekolah gadis itu bersebelahan duduk dengan salah seorang pria berkulit kuning langsat dan berpostur tubuh yang tinggi tadi.
Pria itu menyapa gadis, tapi gadis hanya diam saja.
Tiba - tiba masuklah seorang guru ternyata tak lain guru itu adalah guru bahasa indonesia. Pada saat itu, guru bahasa itu meminta kami untuk membeli buku bahasa agar kami dapat belajar.
Tapi, seorang pria yang berada disebelah gadis, menegur gadis dan mengatakan kita tak usah membeli buku itu yuk ( ajaknya pada gadis ).
Lalu, gadispun mengangguk setuju.
Lalu, gadis dan pria itu menuju perpus untuk mengembalikan buku yang tadi dibagi, sesampainya diperpus gadispun bertanya pada pria itu, siapa namanya.
Pria itupun menjawab dengan malu-malu seraya menundukan kepala dan mengatakan prima.
Hari demi hari telah berlalu, dengan cepet.
Semakin lama gadis semakin dekat dengan prima. Entahlah gadis sangat nyaman apabila didekat prima.
Padahal prima bukanlah orang yang tampan, seperti pria yang selalu gadis idamkan. Namun, jujur karena terbiasa bersama akhirnya munculah perasaan baru dicium gadis.
Perasaan yang lebih dari cuman temen.
Ya, gadis menyukai prima, sangst menyukainya.. Entahlah kalau ditanya apa yang gadis sukai dari prima maka jawabannya tidak ada.
Karena menurut gadis, apabila gadis menyukai prima karena alasan. Suatu saat jika alasannya itu hilang maka perasaan gadis kepada prima juga hilang.
Gadis sangat akrab dengan prima mereka selalu bersama - sama baik itu, ke kantin, mushola, duduk, maupun ketika pulang mereka pasti bersama-sama menuju parkiran.
Pernah, saat pulang sekolah prima mengandeng tangan gadis, saat hendak menyebrang menuju parkiran. Saat itu, gadis merasa seneng sekali, walaupun prima tak tahu perasaan gadis padanya seperti apa.
Pernah juga, saat itu waktu prima sakit, dia memegang tangan gadis dan ditempelkan pada kening prima, untuk bilang bahwa dia sedang demam. Jujur, gadis sedikit terkejut.
Karena jujur saja, dirinya tak pernah diperlakukan oleh seorang pria
Terlebih lagi, pria itu adalah orang yang disukainnya.
Hai semua, sebelumnya curhat sedikit y.. Sebenarnya, daku menginginkan kelas fiksi.
Tapi, ternyata dan enggak tahu mengapa.. Daku baru sadar sekarang bahwa tenyata salah kelas😔😔😢. Dan parahnya lagi, baru sadar sekarang. Jujur sedih sih, tapi ya mau bagaimana lagi🤥.
Jadi, ya Udahlah. Disini daku ingin menulis awal abu - abu dihidupku..
Seseorang, gadis berusia 16 tahun, menatap kosong hamparan padi dihadapannya, sejenak berpikir betapa hidup ini membuatnya pilu.
Gadis, itu selalu sendiri, bukan tak memiliki teman tapi terlalu menutup diri, hingga tak ingin melihat bahwa hidup ini tak sesuram kenyataan.
Saat, itu dipagi yang cerah seperti biasa, gadis itu termenung seorang diri. Tak ada sedikitpun, hal yang menyenangkan.
Hari terus berlalu, dan dirinya telah resmi menjadi murid SMA terfavorit. Dalam hidup gadis, itu senang karena tak bisa dibayangkan sekarang di telah menjadi anak SMA. Dan sebaliknya, persaannya kosong karena merasa belom menemukan temen yang bisa diajaknya bicara.
Hari itu, gadis itu masuk ke kelas 10 ipa 1 karena nama yang sama dengannya ada dua, jadi dia dipindahkan ke kelas 10 ipa 2.
Disinilah awal abu - abu ini dimulai tentang betapa aku sangat nyaman didekatnya, tentang dia yang begitu baik padaku, tentang dia yang apa adanya dirinya, tentang dia yang membuat aku mengerti bahwa aku menyukainya, dan tentang dia yang telah berhasil membuatku gila hingga meneteskan air mata.
Dikelas itu, gadis itu bertemu dengan seorang pria, berkulit kuning langsat, dengan postur tubuh yang tinggi, satu-satunya orang yang sadar akan keberadaan gadis itu.
awal pertamanya Gadis, sangat tak suka di kelas itu berisik. Namun dirinya bersyukur karena sekelas dengan temen smpnya.
Yah, setidaknya ada orang yang dikenalnya.
Hari pertama masuk sekolah gadis itu bersebelahan duduk dengan salah seorang pria berkulit kuning langsat dan berpostur tubuh yang tinggi tadi.
Pria itu menyapa gadis, tapi gadis hanya diam saja.
Tiba - tiba masuklah seorang guru ternyata tak lain guru itu adalah guru bahasa indonesia. Pada saat itu, guru bahasa itu meminta kami untuk membeli buku bahasa agar kami dapat belajar.
Tapi, seorang pria yang berada disebelah gadis, menegur gadis dan mengatakan kita tak usah membeli buku itu yuk ( ajaknya pada gadis ).
Lalu, gadispun mengangguk setuju.
Lalu, gadis dan pria itu menuju perpus untuk mengembalikan buku yang tadi dibagi, sesampainya diperpus gadispun bertanya pada pria itu, siapa namanya.
Pria itupun menjawab dengan malu-malu seraya menundukan kepala dan mengatakan prima.
Hari demi hari telah berlalu, dengan cepet.
Semakin lama gadis semakin dekat dengan prima. Entahlah gadis sangat nyaman apabila didekat prima.
Padahal prima bukanlah orang yang tampan, seperti pria yang selalu gadis idamkan. Namun, jujur karena terbiasa bersama akhirnya munculah perasaan baru dicium gadis.
Perasaan yang lebih dari cuman temen.
Ya, gadis menyukai prima, sangst menyukainya.. Entahlah kalau ditanya apa yang gadis sukai dari prima maka jawabannya tidak ada.
Karena menurut gadis, apabila gadis menyukai prima karena alasan. Suatu saat jika alasannya itu hilang maka perasaan gadis kepada prima juga hilang.
Gadis sangat akrab dengan prima mereka selalu bersama - sama baik itu, ke kantin, mushola, duduk, maupun ketika pulang mereka pasti bersama-sama menuju parkiran.
Pernah, saat pulang sekolah prima mengandeng tangan gadis, saat hendak menyebrang menuju parkiran. Saat itu, gadis merasa seneng sekali, walaupun prima tak tahu perasaan gadis padanya seperti apa.
Pernah juga, saat itu waktu prima sakit, dia memegang tangan gadis dan ditempelkan pada kening prima, untuk bilang bahwa dia sedang demam. Jujur, gadis sedikit terkejut.
Karena jujur saja, dirinya tak pernah diperlakukan oleh seorang pria
Terlebih lagi, pria itu adalah orang yang disukainnya.
Hayoo siapakah gadis itu? 🤪🤪😁
BalasHapusJadi ingat zaman putih abu-abu..
BalasHapusAku pun teringat putih abu-abu. Eh, tiap hari ketemu ^^ karena ngajar smk (hehe)
BalasHapusSemangat Kak Chusnul<3
BalasHapusCiee cieee..putih abu-abu..
BalasHapushihiii.. semangaaat
BalasHapus