Sebuah kenangan episode ke 5
Akhirnya, dengan keyakinan yang kuat valensapun bertanya, pada dosennya itu perihal tentang kalungnya.
Valensa : pak, dari mana bapak
Mendapatkan, kalung itu?
Dosen : owh, kalung ini.. Emang kenapa?
Kamu suka?
Valensa. : tidak pak, saya hanya bertanya.
Dosen. : owh, saya kira kamu
Menyukainya. ( ujar, dosen itu sambung tersenyum).
Akhirnya, dosen itu menceritakan sedikit perihal kalung itu, bahwasanya dahulu saya memiliki adik perempuan.
Saya, sebenarnya sangat menyayangi nya tapi, saat itu saya membuat keputusan yang bodoh yaitu meninggalkannya.
Ketika, papa dan mama saya bercerai.
Dengan perasaan sedih dan pilu. Akhirnya saya, memberikan sebuah potongan bandul saya, yang memang terbagi menjadi dua.
Tapi, dia hanya menangis menatap saya pergi.
Saat ini, saya tidak tahu dimana adik aya berada. ( ujar alvino,).
Seandainya, suatu saat jika saya bertemu dengan adik saya lagi.
Maka, saya akan meminta maaf padanya, dan berjanji untuk menjadi kakak laki-laki yang baik untuknya.
Kamu tahu, valensa aku begitu merindukan adik perempuanku itu, maka dari itu, aku selalu membawa sebuah.. Buang, yang aku sendiri tak tahu berapa jumlahnya.
Semua, itu akan kuberi pada adikku.. Jika aku berjumpa dengannya.
Tak, terasa valensa yang mendengarnya turut sedih.
Akhirnya, suasana haru tak dapat dibendung.. Valensa, langsung memeluk sang kakak, sangat erat.. Disebuah kantor.. Diruangan itu menjadi saksi, bahwa mereka berdua sangat merindukan satu sama lain.
Tamat.
Oke, cukup sekian ceritaku...
Salam Odop batch tujuh😉😉
Valensa : pak, dari mana bapak
Mendapatkan, kalung itu?
Dosen : owh, kalung ini.. Emang kenapa?
Kamu suka?
Valensa. : tidak pak, saya hanya bertanya.
Dosen. : owh, saya kira kamu
Menyukainya. ( ujar, dosen itu sambung tersenyum).
Akhirnya, dosen itu menceritakan sedikit perihal kalung itu, bahwasanya dahulu saya memiliki adik perempuan.
Saya, sebenarnya sangat menyayangi nya tapi, saat itu saya membuat keputusan yang bodoh yaitu meninggalkannya.
Ketika, papa dan mama saya bercerai.
Dengan perasaan sedih dan pilu. Akhirnya saya, memberikan sebuah potongan bandul saya, yang memang terbagi menjadi dua.
Tapi, dia hanya menangis menatap saya pergi.
Saat ini, saya tidak tahu dimana adik aya berada. ( ujar alvino,).
Seandainya, suatu saat jika saya bertemu dengan adik saya lagi.
Maka, saya akan meminta maaf padanya, dan berjanji untuk menjadi kakak laki-laki yang baik untuknya.
Kamu tahu, valensa aku begitu merindukan adik perempuanku itu, maka dari itu, aku selalu membawa sebuah.. Buang, yang aku sendiri tak tahu berapa jumlahnya.
Semua, itu akan kuberi pada adikku.. Jika aku berjumpa dengannya.
Tak, terasa valensa yang mendengarnya turut sedih.
Akhirnya, suasana haru tak dapat dibendung.. Valensa, langsung memeluk sang kakak, sangat erat.. Disebuah kantor.. Diruangan itu menjadi saksi, bahwa mereka berdua sangat merindukan satu sama lain.
Tamat.
Oke, cukup sekian ceritaku...
Salam Odop batch tujuh😉😉
Komentar
Posting Komentar