Angin dan Matahari
" cari semangat sendiri.
Hari ini aku berjanji, tidak akan membiarkan hatiku tersakiti.
Terserah mereka mau berbuat apa lagi."
Hai Angin, kapan terakhir kamu memberi bisikan. Sepertu mengajakku untuk berlari, melompat, berpindah, kesana kemari, ke tempat dimana arah matahari.
Dan, aku mengejarnya dengan bantuan kamu, angin.
Tapi, kamu tidak pernah membawaku sampai padanya.
Karena menurutmu aku tak akan bisa ke sana.
Aku menjadi manusia keras kepala untuk ke sana.
Kamu menyerah juga, angin.
Kamu antarkan aku ke matahari.
Ternyata kamu benar, tak ada rasa nyaman saat berada di matahari.
Lalu aku meminta angin untuk mengantarkan aku ke bumi yang sangat aku cintai.
Aku pikir saat aku berada dimatahari, aku akan terlihat bersinar, indah, dan bisa dibanggakan oleh semua orang, ternyata pandanganku salah.
Karena, tak semua yang dilihat oleh mata itu lebih indah dan lebih bahagia.
Ada kalanya yang tak pernah tampak itulah yang kiranya lebih bahagia.
Hari ini aku berjanji, tidak akan membiarkan hatiku tersakiti.
Terserah mereka mau berbuat apa lagi."
Hai Angin, kapan terakhir kamu memberi bisikan. Sepertu mengajakku untuk berlari, melompat, berpindah, kesana kemari, ke tempat dimana arah matahari.
Dan, aku mengejarnya dengan bantuan kamu, angin.
Tapi, kamu tidak pernah membawaku sampai padanya.
Karena menurutmu aku tak akan bisa ke sana.
Aku menjadi manusia keras kepala untuk ke sana.
Kamu menyerah juga, angin.
Kamu antarkan aku ke matahari.
Ternyata kamu benar, tak ada rasa nyaman saat berada di matahari.
Lalu aku meminta angin untuk mengantarkan aku ke bumi yang sangat aku cintai.
Aku pikir saat aku berada dimatahari, aku akan terlihat bersinar, indah, dan bisa dibanggakan oleh semua orang, ternyata pandanganku salah.
Karena, tak semua yang dilihat oleh mata itu lebih indah dan lebih bahagia.
Ada kalanya yang tak pernah tampak itulah yang kiranya lebih bahagia.
Komentar
Posting Komentar