Perasaan manusia bisa berubah seperti musim. Filosofi musim membawa kabar bahwa perasaan tidak boleh seperti musim.

Filosofi musim bagiku seperti, " musim boleh berubah, tetapi kamu ke aku jangan "

Jangan mudah lupa padaku, dan tetaplah ingat aku.

Filosofi musim menjadi rumah untuk aku, mengenal diriku, mengenal kamu dari jauh, melambungkan hatiku, mendukung hatiku, dan memuji hatiku.

Dari sini aku membangun cinta, walau tanpa kamu cintai.

Dari sini aku membangun semangat, walau tanpa kamu beri semangat.

Dari sini aku membangun diriku sendiri, walau tanpa kamu temani. Dan, kamu bisa lihat aku sekarang dengan segala apa yang aku rasa lewat tulisanku.

Aku tetap ingin menjadi ruang, mungkin bukan ruang untuk hatimu.

Tapi, setidaknya aku ingin menjadi ruang untuk semangat orang disekitarku.

Aku ingin tetap tinggal di ruang hati teman-temanku, agar ketika tak semangat tetap ada tempat untuk tersenyum dan bercerita bersama.

Akan kuceritakan semuanya dari hati. Walau kadang aku tak mampu menceritakannya, aku akan tulisan semuanya.

Akan kubagikan semua musim yang pernah kulalui selama ini. Saat patah, kutuliskan luka-luka, dan saat bahagia kutuliskan semua cinta.

Begitulah musim yang juga turut berganti tiap waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi

Kembali adalah yang terbaik